Rabu, 05 Juni 2013

Pengaruh Media Massa


rasyid@fajar.co.id
 Media Pengaruhi Prilaku Masyarakat
(Sebuah Penelitian Harian Fajar)
Oleh: Andi Fadli
(Pengajar Kom/Media dan  Pengamat Media)

Penemuan terbbesar dalam peradaban manusia adalah media massa.  Dapat dibayangkan, bila  dalam kehidupan saat ini media  massa sama sekali tidak ada. Mungkin kehidupan akan berkutat pada kenyataan lain, dimana kita tidak akan pernah mengenal lebih dekat,, baik secara geografis, cultural maupun social.
MULANYA, media massa lahir hanya merupakan bentuk aksentuasi pengolah symbol dan teks berupa pesan kekuasaan terhadap masyarakat. Di masa romawi kuno, berlangsung secara turun temurun. Dalam kesimpulan jurnal media nasional (1999-2000), menyatakan pada gelombang berikutnya, memasuki abad pertengahan, media massa menemukan bentuk yang baru. Hingga era perang dunia I, media massa berkembang menjadi sebuah entitas formal yang banyak di gunakan propaganda.  Dalam perkembangan berikutnya, media massa setidaknya telah membuka ruang baru bagi proses terjadinya interaksi social yang lebih luass dan dinamis. Seiring dengan perkembangan teknologi, media juga menemukan bentuknya yang lebih paripurna.
Informasi yang terdapat di media massa dapat menimbulkan pengaruh atau efek terhadap khalayak yang di terpa pesan tersebut. Penulis (saya) melakukan penelitian  awal tahun 2011 lalu,  mengasumsikan bahwa faktor pendidikan sebagai pesan komunikasi, akan mempengaruhi (pembaca harian fajar). Dengan demikian yang menjadi permasalahan pokok dalam penelitian,  adalah ‘seberapa besar pengaruh tingkat pendidikan dalam media massa mempengaruhi prilaku masyarakat’.
Sejumlah literature dan teori menyebutkan, bahwa tingkat  pendidikan seseorang akan sangat mempengaruhi kehidupanny. Sangat mempengaruhi terutama dalam mencari pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan hidup. Menurut  (Suwarman-2004), pendidikan dan pekerjaan adalah dua karakteristik konsumen yang saling berhubungan. Profesi dan pekerjaan seseorang akan mempengaruhi pendapatan yang diiterimanya. Pendapatan dan pendidikan tersebut kemudian akan mempengaruhi proses keputusan dan pola komsumsi seseorang. Jadi semakin tinggi  pendidikan seseorang, maka kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak semakin besar.
Selain itu, ada teori khusus menyebutkan, kemampuan membaca dan menulis (pendidikan) seseorang yang berasal dari desa atau pinggiran dapat mempengaruhi panggung (partisipasi) media massa. D  Lerner dalam  (Memudarnya Masyarakat Tradisional,   setidaknya mengutarakan media massa dapat mempengaruhi partisipasi masyarakat di bidang ekonomi, social dan politik.  Keinginan untuk selalu membaca dengan sadar ingin mengetahui perkembangan yang ada di sekelilingnya.  Selanjutnya hal tersebut mempengaruhi kejiwaan  (mobilitas kejiwaan)  yang mengarah pada empathy. Kemampuan dalam hal menempatkan diri  ke dalam situasi orang lain dan sekitar itulah makna dari empathy  yang berimplikasi  pada perubahan prilaku  ke  arah yang lebih baik, sebagai cerminan masyarakat modern.
Dalam kesempatan ini pula, karena kita berbicara tentang media massa, maka penulis merasa perlu  tetap mengingatkan, bahwa media  massa di pilah menjadi  empat fungsi yang dikenal dengan istilah The Classic Four Function Of The Media (Baran dan Davis-2003). Pertama surveillance of the environment, fungsi pengawasan dan penjagaan. Dalam kerangka ini, media massa di lihat sebagai alat kontrol social, baik dalam menjaga stabilitas keberlangsungan hidup sosial maupun bagi pelaksanaan pemerintahan oleh Negara.
Berikutnya, Correlation of the parts of society, media massa menjadi penghubung antara masyarakat dengan lingkungan sekitar atau merupakan alat tukar dan transformasi pengetahuan dari satu tempat ke tempat lainnya, atau individu ke individu lainnya. Transmission of sosial heritage, media massa berfungsi mentransformasikan nilai-nilai, norma dan gaya hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dan yang terakhir adalah, entertainment, media massa memiliki fungsi untuk menghibur masyarakat secara luas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran tingkat pendidikan  di Makassar khususnya masyarakat  Mariso pada umumnya berada pada tingkat pendidikan yang sebagian masyarakatnya adalah tamatan SMA.  Sedangkan masyarakat yang  berlangganan surat kabar di kecamatan Mariso memiliki tingkat pendidikan Universitas.  Menyangkut tentang perubahan prilaku pembaca surat kabar , sangat mengarah pada prilaku aktif. Baik aktif melakukan sosialisasi sebagai manfaat social seperti aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan di sekelilignya, misalnya kerja bakti atau gotong royong.  Selain itu, aktif mengikuti perkembangan peluang bisnis sebagai manfaat ekonomi,  dengan   mencoba peluang-peluang bisnis yang sederhana seperti  membuka warung kopi, jualan pulsa dll. Menyangkut politik,  masyarakat  aktif melakukan kegiatan-kegiatan  sebagai efek manfaat politik, misalnya terlibat aktif dalam diskusi-diskusi pemilihan umum atau Pilkada.  Masyakarat secara sadar dan aktif membaca surat kabar harian fajar, baik info iklan ataupun  dalam bentuk  berita.   Kesemuanya itu mencerminkan perubahan prilaku modern.
Penullis menarik  berdasarkan beberapa kesimpulan,  maka dapat disarankan.  Masih perlunya, pemberian pemahaman akan pentingnya tingkat pendidikan bagi setiap warga masyarakat terkhusus masyarakat Mariso. Perlunya pemberian pemahaman kepada masyarakat Mariso, akan pentingnya mencari sumber informasi sebagai referensi untuk berperan serta dan turut ambil bagian dalam upaya mengisi pembangunan. Kesadaran diri lebih ditingkatkan dalam hal perubahan prilaku untuk lebih beremphaty terhadap lingkungan sekitar yang menuntut peran lebih aktif dalam kehidupan bersosial. Selain itu peningkatan taraf ekonomi serta keterlibatan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan sebagai cerminan masyarakat modern.
Penellitian ini adalah penelitian kualitatif, yang menggambarkan tingkat pendidikan pelanggan media cetak dan perubahan prilaku masyarakat pembaca harian fajar di kecamatan Mariso. Dengan menggunakaan pendekatan purposive sampling dan snowball sampling data dengan  kumpulan melalui metode wawancara.
Tulisan ini, merupakan hasil penelitian dan telah di paparkan depan sejumlah guru besar di antaranya Prof Idrus Abustam, Prof Andi Agus, Prof Heri dan Prof Suradi (guru besar UNM).
Terima kasi--Wassalam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar