rasyid@fajar.co.id
Media Pengaruhi
Prilaku Masyarakat
(Sebuah Penelitian Harian Fajar)
Oleh: Andi Fadli
(Pengajar Kom/Media dan Pengamat Media)
Penemuan terbbesar dalam peradaban manusia adalah media
massa. Dapat dibayangkan, bila dalam kehidupan saat ini media massa sama sekali tidak ada. Mungkin kehidupan
akan berkutat pada kenyataan lain, dimana kita tidak akan pernah mengenal lebih
dekat,, baik secara geografis, cultural maupun social.
MULANYA, media massa lahir hanya merupakan bentuk aksentuasi
pengolah symbol dan teks berupa pesan kekuasaan terhadap masyarakat. Di masa
romawi kuno, berlangsung secara turun temurun. Dalam kesimpulan jurnal media
nasional (1999-2000), menyatakan pada gelombang berikutnya, memasuki abad
pertengahan, media massa menemukan bentuk yang baru. Hingga era perang dunia I,
media massa berkembang menjadi sebuah entitas formal yang banyak di gunakan
propaganda. Dalam perkembangan
berikutnya, media massa setidaknya telah membuka ruang baru bagi proses
terjadinya interaksi social yang lebih luass dan dinamis. Seiring dengan
perkembangan teknologi, media juga menemukan bentuknya yang lebih paripurna.
Informasi yang terdapat di media massa dapat menimbulkan
pengaruh atau efek terhadap khalayak yang di terpa pesan tersebut. Penulis
(saya) melakukan penelitian awal tahun
2011 lalu, mengasumsikan bahwa faktor
pendidikan sebagai pesan komunikasi, akan mempengaruhi (pembaca harian fajar).
Dengan demikian yang menjadi permasalahan pokok dalam penelitian, adalah ‘seberapa besar pengaruh tingkat
pendidikan dalam media massa mempengaruhi prilaku masyarakat’.
Sejumlah literature dan teori menyebutkan, bahwa tingkat pendidikan seseorang akan sangat mempengaruhi
kehidupanny. Sangat mempengaruhi terutama dalam mencari pekerjaan untuk
mencukupi kebutuhan hidup. Menurut (Suwarman-2004), pendidikan dan pekerjaan
adalah dua karakteristik konsumen yang saling berhubungan. Profesi dan
pekerjaan seseorang akan mempengaruhi pendapatan yang diiterimanya. Pendapatan
dan pendidikan tersebut kemudian akan mempengaruhi proses keputusan dan pola
komsumsi seseorang. Jadi semakin tinggi
pendidikan seseorang, maka kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan yang
layak semakin besar.
Selain itu, ada teori khusus menyebutkan, kemampuan membaca
dan menulis (pendidikan) seseorang yang berasal dari desa atau pinggiran dapat
mempengaruhi panggung (partisipasi) media massa. D Lerner dalam (Memudarnya Masyarakat Tradisional, setidaknya mengutarakan media massa dapat
mempengaruhi partisipasi masyarakat di bidang ekonomi, social dan politik. Keinginan untuk selalu membaca dengan sadar
ingin mengetahui perkembangan yang ada di sekelilingnya. Selanjutnya hal tersebut mempengaruhi
kejiwaan (mobilitas kejiwaan) yang mengarah pada empathy. Kemampuan dalam
hal menempatkan diri ke dalam situasi
orang lain dan sekitar itulah makna dari empathy yang berimplikasi pada perubahan prilaku ke arah
yang lebih baik, sebagai cerminan masyarakat modern.
Dalam kesempatan ini pula, karena kita berbicara tentang
media massa, maka penulis merasa perlu tetap mengingatkan, bahwa media massa di pilah menjadi empat fungsi yang dikenal dengan istilah The
Classic Four Function Of The Media (Baran dan Davis-2003). Pertama surveillance
of the environment, fungsi pengawasan dan penjagaan. Dalam kerangka ini, media
massa di lihat sebagai alat kontrol social, baik dalam menjaga stabilitas
keberlangsungan hidup sosial maupun bagi pelaksanaan pemerintahan oleh Negara.
Berikutnya, Correlation of the parts of society, media massa
menjadi penghubung antara masyarakat dengan lingkungan sekitar atau merupakan
alat tukar dan transformasi pengetahuan dari satu tempat ke tempat lainnya,
atau individu ke individu lainnya. Transmission of sosial heritage, media massa
berfungsi mentransformasikan nilai-nilai, norma dan gaya hidup dari satu
generasi ke generasi berikutnya. Dan yang terakhir adalah, entertainment, media
massa memiliki fungsi untuk menghibur masyarakat secara luas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran tingkat
pendidikan di Makassar khususnya
masyarakat Mariso pada umumnya berada
pada tingkat pendidikan yang sebagian masyarakatnya adalah tamatan SMA. Sedangkan masyarakat yang berlangganan surat kabar di kecamatan Mariso
memiliki tingkat pendidikan Universitas. Menyangkut tentang perubahan prilaku pembaca
surat kabar , sangat mengarah pada prilaku aktif. Baik aktif melakukan
sosialisasi sebagai manfaat social seperti aktif terlibat dalam
kegiatan-kegiatan kemasyarakatan di sekelilignya, misalnya kerja bakti atau
gotong royong. Selain itu, aktif
mengikuti perkembangan peluang bisnis sebagai manfaat ekonomi, dengan
mencoba peluang-peluang bisnis yang sederhana seperti membuka warung kopi, jualan pulsa dll. Menyangkut
politik, masyarakat aktif melakukan kegiatan-kegiatan sebagai efek manfaat politik, misalnya
terlibat aktif dalam diskusi-diskusi pemilihan umum atau Pilkada. Masyakarat secara sadar dan aktif membaca
surat kabar harian fajar, baik info iklan ataupun dalam bentuk
berita. Kesemuanya itu mencerminkan perubahan prilaku
modern.
Penullis menarik berdasarkan
beberapa kesimpulan, maka dapat
disarankan. Masih perlunya, pemberian
pemahaman akan pentingnya tingkat pendidikan bagi setiap warga masyarakat
terkhusus masyarakat Mariso. Perlunya pemberian pemahaman kepada masyarakat
Mariso, akan pentingnya mencari sumber informasi sebagai referensi untuk
berperan serta dan turut ambil bagian dalam upaya mengisi pembangunan.
Kesadaran diri lebih ditingkatkan dalam hal perubahan prilaku untuk lebih
beremphaty terhadap lingkungan sekitar yang menuntut peran lebih aktif dalam
kehidupan bersosial. Selain itu peningkatan taraf ekonomi serta keterlibatan
aktif dalam kegiatan kemasyarakatan sebagai cerminan masyarakat modern.
Penellitian ini adalah penelitian kualitatif, yang
menggambarkan tingkat pendidikan pelanggan media cetak dan perubahan prilaku
masyarakat pembaca harian fajar di kecamatan Mariso. Dengan menggunakaan
pendekatan purposive sampling dan snowball sampling data dengan kumpulan melalui metode wawancara.
Tulisan ini, merupakan hasil penelitian dan telah di
paparkan depan sejumlah guru besar di antaranya Prof Idrus Abustam, Prof Andi
Agus, Prof Heri dan Prof Suradi (guru besar UNM).
Terima kasi--Wassalam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar